Cerita Sex Pertama Kali Dapat Perawan

83 views

Nama terkenalku adalah Ryan Kwan. Panggil saja aku Ryan apa Yan. Tentu saja wanita lebih memilih memanggilku Yang yang berarti sayang. Jelas saja mereka menyayangiku karena aku mempunyai kontol yang besar dan panjang. Tidak ada wanita yang telah merasakan kontolku yang tidak ketagihan dan minta tambah.
Pada usia 26 aku telah menjadi ahli sex. Sudah banyak wanita dan gadis yang kunikmati tubuhnya dan kuajarkan sex. Dari yg masih muda, tua, perawan, gadis, janda bahkan istri orang juga telah termakan oleh rayuanku. Gemuk kurus tinggi pendek postur tubuhnya Sempit longgar memeknya gede kecil buah dadanya semua pernah kurasakan. Aku kenal berbagai wanita dari jaringan internet bahkan dari kenalan langsung diberbagai mall. Poker Online
Sudah berapa hari ini belum kudapatkan wanita yang bisa kurayu, Dengan iseng aku pergi ke Galaxy Mall berharap bisa ketemu dengan wanita yang bisa merasakan kontolku. Jam 10 pagi, kukelingi satu persatu lantai mencari sasaranku. Dari lantai satu sampai lantai lima.
Banyak sekali yang ingin kusetubuhi. Berpapasan dengan wanita yang lewat tidak lupa kutebarkan senyumanku yang manis berharap mereka membalas senyumanku. Itu yang kulakukan kepada setiap wanita. Sudah jam 12 siang.
Perutku sudah berbunyi. Waktunya makan siang pikirku. Sambil makan kulihat sekeliling dan mataku berhenti setelah melihat wanita diujung pojok. Wanita itu juga sedang melihatku dan ternyata sedang sendiri juga. Inilah wanita yang kucari buat menemaniku hari ini, pikirku. Wanita bergaun hitam, sangat sexy dan cantik.
Kulihat umurnya sekitar 20. Pahanya yang putih mulus membuatku menelan ludah beberapa kali. Kuhabiskan makananku dengan cepat dan sambil memegang minumanku, kusamperin kemejanya.
“Hi” sapaku sambil menebarkan senyumanku yang manis tentu saja.
“Hi juga” balasnya sambil tersenyum juga. Wah rejeki nomplok nih, pikirku.
“Sendirian mbak?”
“Tadinya sendirian, tapi ga lama lagi juga berdua” katanya. Kaget dengan jawabannya.
“Berdua sama siapa mbak? Temannya?” Tanyaku.
“Berdua sama kamu dong mas, bukankah mas mau duduk bersamaku?” Lega juga dengan jawabannya, lalu kutarik bangku dan duduk disebelahnya.
“Kenalan, nama saya Ryan Kwan, mbak boleh panggil saya Ryan atau Yan, boleh juga panggil saya Yang kalau sayang sama saya, jangan panggil saya Mas ya, saya bukan Emas” kataku sambil mengulurkan tanganku untuk menjabat tangannya.
Tanganku disambut sambil menjabat tanganku
“Merry Zhang, panggil saja Merry, jangan panggil Mbak, saya belum menikah”
“Merry, Merry, Merry, kamu belum menikah tetapi saya bersedia merry ama kamu” ujarku mulai bercanda.
“Ah kamu Yan, bisa aja bercandanya, kamu sendiri sama siapa kesini?”
“Tadinya sih sendiri Mer, tapi sekarang sudah sama kamu.” Kupandang lagi wajahnya yang cantik, manis, suaranya lembut sekali.
Ah otakku mulai mencari akal untuk menidurinya.
“Mer, hari ini ada acara apa?” “Ga ada Yan, lagi suntuk nih”
“Gimana kalau kita happy happy hari ini Mer?”
“Happy dimana Yan?” “Kita ke karaoke yok, nyanyi biar ga suntuk?”
“Berdua?” “Lah iya lah, masa sekampung”
“Ya, Oke lah kalau begitu, ayo” kemudian kami turun dan menuju ke mobil saya.
Kubukakan pintu mobil untuknya masuk. Sempat kulihat celana dalamnya yang berwarna putih sewaktu dia masuk ke mobil. Dalam perjalanan ke karaoke otakku berpikir kencang. Nih cewek harus kudapatkan nih buat malam ini. Apapun caranya.
Kemudian tanganku memegang tanggannya dan disambut olehnya sambil berkata “kenapa Yan, pegang tangan saya, kamu naksir ya ama aku?” “Jelas sekali Mer, sudah jelas saya naksir kamu, makanya saya ajak kamu ke karaoke” “Tapi saya sudah punya pacar lho Yan” “Nah lho, terus kok mau saya ajak ke karaoke?” “Terus terang aja Yan, aku juga naksir kamu, kamu ganteng, cakep, berbeda dengan pacarku, jelek hitam.
Lagipula”. Kata katanya berhenti disitu. Membuatku penasaran. “Lagipula apa Mer, jangan malu malu, katakanlah semuanya kepadaku” tanganku sudah menyambar ke pahanya yang putih. Kontolku sudah mulai ngaceng. Dengan muka bersipu malu dia berkata “Lagipula, aku masih perawan Yan, pacarku tidak pernah menyentuhku.
Dia terlalu sopan. Malah aku yang mengajaknya. Tetapi pacarku tidak pernah bisa membuka perawanku. Kontolnya terlalu lembek dan pendek. Tidak pernah bisa masuk ke memekku yang sempit. Aku sudah berumur 20 dan masih perawan.” Mendengar katanya dalam hatiku berpikir “ini dia” dapat durien runtuh dari pohonnya langsung nih.
Sambil tersenyum manis kupandang wajahnya. “Lho itu bukannya baik Mer, mempunyai pacar yang sopan, perawan kamu bisa kamu jaga sampai pada malam pertama kamu, malam pernikahan kamu” “Kamu ga ngerti ya Yan, aku ini wanita, aku ingin menjadi wanita yang utuh, aku ingin merasakan kontol didalam memekku, aku tidak ingin menjadi perawan seumur hidupku” Nah ini dia kesempatanku. “Bagaimana kalau saya bantu kamu Mer, saya akan membantumu untuk merasakan menjadi wanita sejati.
Tetapi untuk membantumu kita jangan dikaraoke, kita ke hotel aja gimana?” Tanganku mulai naik ke atas memasuki gaun hitamnya sampai ke pangkal pahanya. Sambil memandangku dan memandangku dengan mesra. “Terserah kamu deh Yan” Mendengar jawabannya. Aku langsung memutar balik mobilku dengan cepat. Terdengar klaksok mobil dari belakang. Sorry. Kuluncurkan mobilku cepat ke hotel terdekat.
Langsung cek in. Dan kugandeng tangannya masuk ke dalam kamar. Tidak lupa kutinggalkan tanda Do Not Disturb didepan pintu kamar. Kugendong dia sampai ke ranjang kemudian kubaringkan dia. Langsung saja kupeluk dia dan kucium bibirnya yang merah merekah. Dia juga membalas pelukanku dan menciumku dengan ganas. Lidah kami saling bermain. Bibir kami saling melumat. Nafsu kami bertambah tinggi. Tanganku mampir ke dadanya. Kuremas pelan dadanya yang masih terbalut oleh gaun hitamnya.
Terus turun sampai ke pahanya. Kemudian memasuki gaunnya sampai ke celana dalamnya. Kuelus elus celana dalamnya yang mulai basah. Kutarik gaunnya keatas dan kubuka celana dalamnya yang putih. Terpana mataku melihatnya. Terlihat bulu bulu halus tipis dan belahan vaginanya yang mulus bersih. Rapat sekali. Bener bener perawan nih cewek.
Tanganku langsung mengelus elus vaginanya dan terdengar desahannya. “Ahhhh… Yan…. Ahhhhh sayang…. Ahhh buka saja pakaianku…. Ahhhh iyaa sentuh disanaa… Elus disana…” Tidak usah dia berkata dua kali, langsung kubuka gaunnya, bhnya yang berwarna putih menutupi buah dadanya dengan rapi. Buset besar sekali. 36b. Putih montok. Kubuka pengait bhnya dan muncul buah dada dan puting susunya yang berwarna pink.
Tanganku langsung meremas buah dadanya, kiri dan kanan. Serta kumainkan puting susunya. Desahannya bertambah kencang. “Ahhhhh Yang, kamu pinter sekali… AhhHh cium dadaku sayang, hisap puting susuku” “tentu saja sayang, nenenmu besar sekali. Aku suka” “kalau suka, hisap aja sayang” langsung kucium dadanya, kuhisap puting susunya. Kugigit pelan puting susunya.
Jeritan dan desahannya bertambah kencang. Ciumanku turun ke vaginanya. Kujilat memeknya. Harum sekali memeknya. “Ah Yang, sayang… EnakKkkk…. Ahhhh “Kubuka pintu memeknya dan lidahku sudah menjilati memeknya. Jari Tanganku kumasukkan kedalam memeknya. Dan pantatnya ikut naik keatas sewaktu jariku masuk sekitar 2cm. Kudorong masuk lebih dalam lagi dan terhenti sewaktu ada lapisan yang menghentikan tanganku untuk masuk lebih dalam.
Anjrit, nih cewek memang perawan. Beruntungnya diriku hari ini. Ini perawan ke sepuluh yang kudapatkan untuk tahun ini. Lalu kubuka kaos dan celanaku. Aku memang tidak memakai celana dalam hari ini. Matanya Merry memandangku dengan sayu sewaktu kumelepaskan seluruh pakaianku. Ketika melihat penisku yang telah berdiri dan tegak. Kulihat dia menegak air liurnya berapa kali.
Tangannya langsung menjulur memegang kontolku yang besar dan panjang. Ada 20cm. Sambil tersenyum melihatnya memagang kontolku. “Ayo pegang saja kontolku, remes, kocok, terus masukin ke mulutmu dijilat jilat dikulum ya Mer” Seperti sudah mengerti, Merry langsung menjilat kepala kontolku terus kebatang terus ke biji pelerku. Kembali ke kepala kontolku dan langsung dimasukin ke mulutnya. Dihisap seperti menghisap permen. Dijilat seperti menjilat es krim.
Pinter juga untuk pemula. “Akhhhh, Mer, ahhhK sayang, kamu pinter banget…. Ukkkkkhhhh” Desahanku tambah kencang. Kuelus kepalanya dan rambutnya yang sedang menghisap kontolku. Naik turun kepalanya. Sekitar 15 menit dia menghisap kontolku. Gawat bisa keluar nih aku. Langsung kuangkat kepalanya, dan kuarahkan penisku ke memeknya. Matanya memandangku dan sambil membuka lebar pahanya dia tersenyum padaku. “Jadikan aku wanita hari ini Yan, masukan kontol besarmu kedalam memekku yang sempit, ambillah perawanku” Kudorong kontolku memasuki lobang memeknya. Anjrit.
Sudah berapa kali kucoba memasuki lobang memeknya, tetapi saking besarnya kontolku dan lobang memeknya yang masih ori belum bisa kumasuki. Akhirnya kuludahi tanganku dengan air ludahku kuolesi kontolku. Kemudian kucoba memasuki lobang perawannya. Hek blessss, masuk kepala penisku. Berhasil. Merry mengigit bibirnya. Sambil kuremas buah dadanya, kudorong masuk lagi. Sekarang batang kontolku sudah berhasil masuk. “Akhhhh sakit Yang, akhhh sakittt, jangan Yang, jangan Yang sakit” Kudorong masuk lagi, dengan hentakan yang kencang masuk seluruh kontolku dan berhasil. Kontolku melaju dengan kencang, dan membelah memeknya yang masih perawan.
Kulihat Merry menjerit dengan kencang. “Ryan…. Akhhh… Sakittt…. Sayang…” Kubiarkan kontolku tertanam didalam vaginanya. Untuk semenit kubiarkan didalam saja. Menanti rasa sakitnya berkurang, kemudian baru kugerakkan kontolku keluar masuk memeknya. Merry mulai keenakan kenikamatan. Terdengar dari desahan dan tangannya yang mulai menarik narik seprei ranjang. Kepalanya goyang kiri kanan. “Ahhhhkkkk sayang, enak…. Akkkkhhhh sayang…. Akhhhhh Ryan….ohhhhhh Yan….aku maaauuuu keluarrrrrr…” Dan ternyata Merry telah mencapai puncak orgasmenya.
Dia memelukku dengan kencang. Jari jarinya mencakar punggungku. Kurasakan semburan air kencang yang membasahi lobang memeknya. Memeknya sudah menjadi tambah basah. Memudahkan kontolku keluar masuk. Kuraih badaNnya untuk diatasku. Dalam posisi ini kontolku bisa masuk lebih dalam ke memeknya. Seperti mengerti maksudku. Merry mulai mengoyangkan pinggulnya naik turun diatasku. Pertama pelan kemudian tambah cepat goyangan pantatnya. “Ahhh… Mer enak sekali… Memekmu… Jepitan memekmu enak … Ohhh sempit sekali memekmu… Ahkkk” hampir satu jam kami berhubungan sex.

(Visited 498 times, 1 visits today)

Comments

Comments are closed.