Kisah Selingkuh Yang Tak Terlupakan

352 views

Kisah Selingkuh Yang Tak Terlupakan – Aku seorang Ibu rumah tangga, seperti umumnya wanita-wanita di kota, aku pun bekerja dan memiliki karir. Meskipun gaji suami tergolong tinggi tapi keinginanku berprestasi di luar rumah sangat besar. Dan aku bersukur karena suami tidak melarangku bekerja. Urusan anak-anak kami memiliki dua orang pembantu.

Oleh kantor suatu hari aku ditugaskan ke luar kota, mengikuti pendidikan khusus, aku menerimanya karena sangat baik buat karirku kelak, meskipun aku harus berpisah sementara dengan suami dan anak-anak. Aku dikirim ke Jakarta selama 6 bulan.

Di tempat pelatihan, aku bertemu dan berkenalan dengan ratusan orang lain dari seluruh Indonesia. Rata-rata mereka masih seumuran denganku. Dan kami seperti layaknya anak kuliahan lagi yang masih muda, ceria dan tertawa setiap hari. Suasana tempat kami latihan sangat nyaman, hubungan dengan teman-teman juga baik dan akrab.

Dua minggu pertama, aku melihat teman-temanku sudah mulai berpasang-pasangan. Duduk berduaan, makan siang berduaan, pokoknya kemana-mana berduaan. Padahal aku tahu rata-rata mereka sudah memiliki suami atau istri di kota masing-masing. Aku yang pendiam dan sangat mencintai suami dan anak-anak selalu berprinsip tidak mungkin dan tidak akan aku seperti mereka.

Namun ternyata, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Satu bulan pertama aku sudah mulai dekat dengan seorang pria muda yang juga seumuran denganku, dia sangat tampan dan sopan, cara bicaranya juga sangat halus. Aku sangat respek dan senang duduk dekatnya, kalau saja suamiku seperti ini pasti aku sangat bahagia, ujarku dalam hati.

Awalnya dia sering menyapa dan duduk di dekatku saat kelas dimulai, saat itu tidak sedikitpun terbersit di kepalaku untuk berselingkuh dari suamiku yang baik dan sayang padaku. Tapi aku tak kuasa menolak godaan yang datang. Jauh dari rumah membuatku cepat terlena. Aku menyesal, menyesal sekali. Aku berusaha menutupinya dengan berpura-puta tidak kenal dan menjauh dari pria itu.

selingkuhTapi dia selalu saja datang dan menggodaku. Dan akhirnya aku luluh juga. Penolakanku tak terbendung lagi. Kami tidak hanya bercinta-cintaan tapi juga melakukan hubungan terlarang itu. Saban malam dia selalu ke kamarku atau aku yang ke kamarnya. Tidak ada lagi malu dan perasaan cinta ke suami saat godaan dan nafsu itu datang.

Akhirnya 6 bulan usai sudah kami harus pulang kembali ke kota asal. Menutup kasus yang amat sangat buruk. Namun kisahku ternyata belum berakhir. Aku ternyata belum bisa melupakannya. Setiap hari aku teringat dosa-dosa yang kami lakukan. Aku berdosa pada suami dan anak-anakku. Aku mohon ampun pada Tuhanku, namun aku belum bisa menghilangkan dia dari pikiranku.

Kami tak mungkin bersama. Aku tidak mencintainya, dia hanya kenangan bagiku. Tapi.. dia tak bisa hilang dari pikiranku walau sekeras apapun aku berusaha menghilangkannya dia tetap ada di pikiranku. Aku bingung dengan perasaanku, aku mohon bantuan pembaca sekalian, apa yang harus aku lakukan.

***

(Visited 243 times, 1 visits today)

Comments

Comments are closed.