Nikmatnya ML Sesaat Dengan Seorang Janda

989 views

cewek ngentot 35Nikamtnya ML Sesaat Dengan Seorang Janda – Aku sudah menikah dan memiliki 1 orang anak. Istriku cantik, tubuhnya juga bagus. Mungkin kalau dari skala 1-10, istriku termasuk 8. Hubungan badan kami juga termasuk normal, seminggu 3-4 kali. Sudah 7 tahun pernikahan kami.

Mungkin karena kebosanan sesaat, aku iseng ngobrol dengan salah satu kenalanku di jejaring sosial, sebut saja namanya M. Awalnya kami hanya sekedar chatting, tapi lama-lama mulai akrab. Mulai deh, curhat.

Dari situ aku tahu kalau M Janda dan tinggal di kota XX (sengaja tidak aku sebutkan). Aku juga sering curhat ke M waktu sedang bertengkar dengan istri.

Sampai suatu hari, aku bertengkar hebat dengan istriku, sehingga kami tidak saling bertegur sapa. Seminggu lamanya kami tidak berhubungan badan. Aku ceritakan ke M. M kelihatannya sangat mengerti tentang kebutuhan lelaki, mungkin karena umurnya yang 12 tahun di atasku. Jadi dia jauh lebih berpengalaman dalam hal hubungan suami istri. Mungkin karena kasihan, tiba-tiba dia menelepon. Biasanya memang kami hanya sekedar chatting, tapi kali ini M menelepon untuk memberikan support emosional.

Sejak saat itu aku dan M semakin akrab, semakin sering saling telepon.

Beberapa hari setelah itu, tiba-tiba istriku harus kembali ke kampung halamannya, karena ada kerabatnya yang meninggal. Anakku ikut serta dengannya. Aku tinggal di rumah sendirian karena tak bisa meninggalkan pekerjaan.

Waktu malam sebelum tidur, gejolak birahiku naik. Bukannya menghubungi istri, aku malah menelepon M. Pembicaraan kami semakin menjurus, sampai akhirnya kami melakukan phone sex. M minta aku mengirimkan foto “senjata”ku, dan dia mengirimkan foto organ sensitifnya juga. Akhirnya kami sama-sama mencapai kepuasan lewat jarak jauh.

Tadinya aku kira hubungan kami hanya sebatas ini saja, sampai aku mendapat proyek di kota tempat M tinggal. Setibanya di sana, aku langsung menghubungi M. Akhirnya, setiap malam setelah selesai dengan urusan pekerjaan, aku bertemu dengan M.

Pertemuan pertama, aku sempat kaget. Tadinya aku mengira bertemu dengan Janda berumur 45 tahun yang sudah seperti tante-tante. Ternyata M cukup cantik, dalam skala 1-10, M berada di posisi 7, namun tubuhnya luar biasa sexy, masih seperti wanita berumur 20an.

Aku ingat, dia memakai tank top hitam yang dibalut dengan blus tembus pandang dan mengenakan rok mini beludru berwana hitam. Dia sempat kaget waktu melihat aku, katanya aku masih seperti ABG. Tadinya dia membayangkan aku seperti om-om berperut buncit.

Awalnya kami makan di hotel berbintang 5, dan terus terang, kami agak canggung. Mungkin karena sudah saling bertukaran foto alat kelamin kami, atau mungkin karena phone sex.

Setelah sekitar 1 jam di restoran, M meminta aku untuk duduk di sampingnya. Setelah duduk, M merapatkan tubuhnya, sehingga aku bisa mencium aroma tubuhnya dengan jelas. Di situ aku memberanikan diri merangkul pinggang M, dia tidak protes. Aku meraba pahanya, kemudian tanganku masuk mengusap-usap paha bagian dalamnya. M masih tidak bereaksi, seolah biasa saja. Baru setelah jariku menggosok-gosok organ sensitifnya, M mencubit tanganku. Setelah itu, pembicaraan kami makin akrab. Hilang sudah rasa canggung di antara kami.

Setelah makan, M mengajakku keliling kota dengan mobilnya. Di mobil aku minta dia menciumku, M tidak mau. Aku tidak memaksa. Kemudian setelah keliling kota sambil ngobrol dalam mobil, M mengantarku ke hotel.

Tiba di hotel, M bilang kalau dia ingin melihat kamarku. Sampai dalam kamar, aku langsung ke toilet, karena sudah kebelet buang air kecil. Aku lupa kalau toilet di kamarku dipisah oleh dinding kaca. Otomatis aku kencing sambil terlihat oleh M.

Kemudian ketika M hendak keluar dari kamar, aku meminta dia untuk tinggal bersamaku malam itu. M menolak, meminta aku untuk ingat dengan istriku, supaya aku tidak selingkuh. Aku langsung memeluk M dan mencium bibirnya.

M menyambut ciumanku, lidah kami saling beradu cukup lama. Tanganku meremas payudara M. tangan M masuk ke dalam celana jins yang kukenakan. Aku bisa mendengar suara nafas M seperti habis lari maraton, dan jantung M yang berdegup kencang. Kami sudah sangat terangsang, aku masukkan tanganku ke dalam roknya dan kurasakan basah di situ.

Tapi tiba-tiba M mendorongku dan keluar dari kamar. Malam itu aku sangat menginginkan M, tapi dia menahan diri.

Selama di kota itu, tiap malam aku makan malam dengan M, bercumbu, saling meraba, tapi kami tidak sampai ML. Sampai saat M mengantarku ke airport.

Kami sudah saling jatuh cinta, Aku sangat berat menginggalkan kota dan begitu juga M sangat terlihat tidak ingin aku pergi. Dalam perjalanan menuju airport, aku menyetir mobil M, tiba-tiba M membuka celanaku dan mulai menjilati “senjata”ku. Rasanya sangat luar biasa. Perasaan ini tidak pernah aku rasakan pada saat dengan istriku. Kemudian aku menepikan mobil, dan di situlah aku bercinta dengan M.

Setelah menepi, aku langsung mencumbu M, menciumi lehernya, sambil aku lepaskan blus yang dikenakannya. Cepat sekali, kami saling menelanjangi. Gerakan di mobil ternyata cukup sulit untuk bercinta, akhirnya kami pindah ke kursi belakang. Di situ kami mulai saling memberikan oral sex, sampai akhirnya aku masuk ke dalam M.

Mobil polisi sempat lewat dan membuat kami kaget. Kemudian aku tetap melanjutkan goyangan pinggangku. M sangat menikmati setiap kali aku menarik jauh dan mendorong kencang. Erangan M betul-betul tidak dapat aku lupakan sampai sekarang. Aku bercinta dengan M tanpa kondom, entah kenapa aku bisa begitu nekad. Tapi, tetap saja aku keluar di dalam M. Setelah itu kami lanjut ke airport.

Waktu berjalan bersama ke terminal, celana dalam M sangat basah. Ternyata cairan yang aku keluarkan di dalam “milik” M mengalir sampai membasahi pahanya. Sesaat sebelum masuk terminal, sekali lagi aku mencium M, kemudian aku ucapkan selamat tinggal.

Sudah 3 bulan sejak kami bercinta, aku masih berhubungan lewat BBM dengan M. M meminta aku untuk setia dengan istriku, dan jangan melanjutkan hubungan dengan dia. Tapi aku tahu, M mencintai aku. Pasti berat untuk M untuk memintaku untuk tidak meninggalkan istriku demi dia.

Aku tidak tahu apakah M hamil atau tidak. Yang pasti M tidak pernah memberitahuku tentang itu. Belakangan ini juga aku sudah tidak menghubungi M seperti biasanya. Aku mencoba melupakan M. Kelihatannya aku sudah jatuh cinta dengan seorang janda yang berumur 12 tahun lebih tua dariku.

(Visited 1,597 times, 1 visits today)

Comments

Comments are closed.